Banda Aceh, Masih Minim para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Aceh dalam memanfaatkan teknologi, mengakibatkan produk yang dihasilkan kalah bersaing dipasaran. Kendati demikian UMKM Aceh memiliki peran penting dalam memajukan perekonomian Aceh saat ini, memberikan sumbangan terbesar produk domestik bruto dan penyerapan tenaga kerja.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala UPTD PLUT Koperasi dan UMKM Aceh, Rosti Maidar SE, M.Si, saat Dialog Banda Aceh Pagi bersama RRI, Selasa (4/6/2024). Menurutnya, digitalisasi sangat banyak memberikan manfaat bagi UMKM, termasuk efisiensi operasional, meningkatkan produktivitas dan memperluas jaringan pemasaran.
“Selain itu tingkat pengetahuan dan pemanfaatan alat dan infrastruktur yang belum memadai harus terus dikembangkan”, sebutnya. Dirincikan Rosti, Banyak hal yang sudah dilakukan pemerintah, dalam hal ini Dinas Koperasi dan UMKM dalam upaya memajukan UMKM Aceh, seperti Transportasi go digital dengan pelatihan-pelatihan, pendamping, bimtek dan sosialisasi.
Sementara itu, Direktur UKM Center Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Dr. Iskandarsyah Madjid, S.E., M.M, yang juga menjadi narasumber dalam dialog tersebut menilai, saat ini pasar semakin luas dan berbagai macam cara pelanggan masuk kedalamnya. Menurutnya tekhnologi ini menjadi salah satu media yang sangat tepat dimanfaatkan untuk mempromosikan dan memasarkan produknya.
“Dengan memanfaatkan teknologi ini tidak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk melakukan promosi dan pendekatan pada pelanggan”, ujarnya. Selain pemanfaatan teknologi, hal yang yang paling penting yang harus terus dikembangkan adalah skill dalam pemasaran. Melalui teknologi digital, para pelaku UMKM dapat berinteraksi langsung dengan pelanggan melalui berbagai saluran komunikasi, seperti media sosial yang sedang ngetren saat ini.
Pimpinan Divisi UMKM Bank Aceh Syariah, Ziaurrahman dalam kesempatan yang sama juga merespon baik hadir dan berkembangnya UMKM Aceh saat ini. Dijelaskannya, Bank Aceh bersama lembaga keuangan lainnya dibawah naungan OJK melakukan kerjasama dalam mempercepat pertumbuhan UMKM dengan meluncurkan berbagai program.
“Untuk tahun 2024 ini, Bank Aceh memiliki 26 cabang, dalam satu bulan wajib melakukan dua kali program pengembangan UMKM”, ungkapnya. Pemerintah dan lembaga keuangan saat ini sangat berperan aktif, dalam menumbuh kembangkan UMKM, dirincikannya, Bank Aceh memiliki program yang bersifat pengembangan melalui bimtek, pendidikan dan pelatihan. Selain pengembangan bank Aceh juga mensuport dari sisi bisnis, dalam hal ini membantu keuangan para pelaku UMKM.
\\rri.co.id/umkm/739161/pelaku-umkm-aceh-dinilai-masih-minim-manfaatkan-teknologi